Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Sementara para pejabat Amerika dalam beberapa bulan terakhir berusaha mengecilkan arti kemampuan pertahanan dan daya tangkal Republik Islam Iran, serangkaian pernyataan terbaru para pejabat politik dan militer Amerika, serta laporan-laporan yang dipublikasikan media Barat, justru mengungkap realitas yang berbeda. Realitas itu menunjukkan berlanjutnya kemampuan operasional rudal dan drone Iran, kerentanan sistem pertahanan Amerika, serta tingginya biaya setiap konfrontasi militer dengan Teheran.
Pengakuan Rubio atas Berhasilnya Rudal Iran Menembus Pertahanan Yordania
Jaringan Amerika CNN dalam sebuah laporan membahas pernyataan Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika, yang di dalamnya ia mengakui keberhasilan sebuah rudal Iran menembus sistem pertahanan.
Rubio menyatakan bahwa dalam serangan-serangan terbaru, meskipun sebagian besar rudal berhasil dicegat, satu rudal Iran mampu melewati pertahanan udara Yordania. Hal ini secara tidak langsung mengonfirmasi efektivitas dan daya tembus rudal-rudal Iran.
Menteri Luar Negeri Amerika itu juga mengakui tewasnya seorang prajurit Amerika di utara Irak serta jatuhnya korban di antara pasukan Amerika di kawasan. Padahal sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika juga telah mengonfirmasi tewasnya dua prajurit Amerika dan hilangnya satu prajurit lainnya setelah serangan Iran terhadap Pangkalan Muwaffaq al-Salti di Yordania.
Senator Amerika: Kami Gagal Melemahkan Kemampuan Rudal dan Drone Iran
Dalam salah satu pengakuan paling terang-terangan yang disampaikan di Washington, Mark Warner, senator senior Amerika dari negara bagian Virginia, dalam wawancara dengan CBS News menegaskan bahwa Amerika gagal mencapai salah satu tujuan utamanya, yaitu melemahkan kemampuan rudal dan drone Iran.
Dengan menyinggung korban di kalangan militer Amerika, ia mengatakan bahwa terdapat ratusan korban luka di antara pasukan Amerika, sementara jumlah korban tewas telah mencapai 16 orang.
Warner juga menegaskan: “Kami telah menyatakan bahwa kami bermaksud melemahkan kemampuan mereka dalam menggunakan rudal dan drone; tetapi jelas bahwa dalam hal ini kami tidak berhasil.”
Senator Amerika itu, dalam bagian lain pernyataannya, menyinggung mahalnya biaya menghadapi kemampuan drone Iran. Ia mengatakan bahwa Amerika menggunakan rudal-rudal bernilai jutaan dolar untuk menjatuhkan drone-drone murah Iran. Menurutnya, keberlanjutan kondisi seperti ini tidak dapat dipertahankan dari sisi ekonomi.
Kekhawatiran terhadap Kemampuan Bawah Tanah dan Kapasitas Daya Tangkal Iran
Pernyataan Warner tidak hanya terbatas pada bidang rudal. Dengan menyinggung fasilitas bawah tanah dan cadangan strategis Iran, ia menegaskan bahwa untuk mencapai sebagian target yang diklaim Amerika, diperlukan kehadiran pasukan darat dalam jumlah besar.
Ia menjelaskan bahwa untuk memasuki fasilitas-fasilitas bawah tanah dan menjalankan operasi di pusat-pusat tersebut, dibutuhkan sedikitnya 15 ribu personel militer. Menurutnya, misi semacam itu akan sangat sulit dan akan berhadapan langsung dengan perlawanan pasukan Iran.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahkan di lingkaran politik Amerika pun, penilaian terhadap setiap aksi militer langsung terhadap Iran menunjukkan kompleksitas dan biaya yang sangat tinggi.
Media Barat dan Ibrani: Korban, Luka-luka, dan Kerusakan Peralatan Amerika
Bersamaan dengan pengakuan-pengakuan tersebut, media-media Barat dan Ibrani juga mempublikasikan laporan mengenai dampak serangan Iran.
Berdasarkan laporan-laporan yang dipublikasikan, dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Yordania, puluhan prajurit Amerika terluka dan beberapa helikopter mengalami kerusakan. Selain itu, tewasnya sejumlah pasukan Amerika dan hilangnya seorang prajurit lainnya termasuk hal-hal yang telah dikonfirmasi oleh sumber-sumber Amerika.
Media-media Ibrani juga melaporkan meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan meluasnya cakupan konflik. Mereka menyebutkan bahwa di Washington muncul kekhawatiran yang semakin besar mengenai dampak ekonomi dari berlanjutnya ketegangan, serta konsekuensi politik dari jatuhnya korban di kalangan militer Amerika.
Perubahan Narasi; dari Meremehkan Kemampuan Iran hingga Mengakui Realitas Medan
Meninjau pernyataan-pernyataan terbaru para pejabat Amerika dan laporan-laporan media Barat menunjukkan bahwa narasi resmi Washington mengenai kemampuan militer Iran kini menghadapi tantangan serius. Pengakuan bahwa rudal-rudal Iran mampu melewati sistem pertahanan, konfirmasi atas korban di kalangan pasukan Amerika, pengakuan atas kegagalan dalam melemahkan kapasitas rudal dan drone Iran, serta peringatan mengenai tingginya biaya setiap operasi darat, semuanya menunjukkan bahwa penilaian medan berbeda jauh dari klaim-klaim awal Amerika.
Dalam situasi seperti ini, rangkaian pernyataan tersebut, lebih dari apa pun, menunjukkan posisi kemampuan rudal, drone, dan daya tangkal Republik Islam Iran dalam persamaan keamanan kawasan serta kalkulasi strategis Amerika.
Komentar Anda